sktesa aksara

 


Tidak terasa sudah di pertemuan ke 12 mengikuti kegiatan ini, begitu juga dengan materi yang disajikan sangat banyak sekali ilmu ilmu yang di jelaskan pun bervariasi, Alhamdulillah. 

Pertemuan kali ini tentang Proofreading, sebelum membahas lebih dalam apa itu proofreading dalam tulisan, harus di pahami tentang kata tersebut jadi didalam pertemuan kali ini beliau mengambil makna kata tersebut dari sumber yang berbeda.

Dikutip dari uptbahasa.untan.ac.id bahwa yang dimaksud dengan Proofreading adalah proses peninjauan kembali sebuah teks dilihat dari aspek kebahasaan dan penulisannya. Tujuannya untuk mengecek kembali bahwa teks atau esai yang akan diserahkan sudah bebas dari kesalahan pengetikan (typo), kesalahan ejaan, kesalahan grammar, atau kesalaha-kesalahan mendasar lainnya.

Jadi, Proofreading adalah tahap terakhir didalam proses menulis sehingga memudahkan penulis, ataupun seseorang dalam membuat suatu buku, didalam Proofreading seringkali ditemukan kesalahan yang mendasar salah satunya typo didalam tulisan, dengan adanya Proofreading tersebut memudahkan orang ketika menuai kesalahan.

Materi ini banyak menyinggung tentang sesuatu hal di antaranya ialah Swasunting, jadi swasunting ialah proses menulis agar hasil dari catatan kita maksimal, untuk lebih jelasnya tahapan dalam Swasunting sebagai berikut :

1. Endapkan tulisan, maksudnya rehat sejenak dari sebuah tulisan sehingga menghasilkan tulisan yang baik.

2. Meminta saran, bisa jadi teman sejawat, atau kerabat untuk membaca tulisan yang ditulus, agar dikoreksi.

3. Meminta seorang Proofreading dalam penyusun tulisan yang dibuat sehingga akan timbul suatu saran yang membangun tulisan itu sendiri.

4. Memanfaatkan internet, maksudnya ialah menggunakan suatu aplikasi tools untuk memgurangi kesalahan yang di timbul dari penataan kata yang keliru, ataupun adanya typo dalam penulisan.


Dibawah ini adalah salah satu perputaran, atau suatu jalan dalam proses Proofreading. Mari kita simak tulisan di bawah ini, sehingga akan bepangaruh pada tulisan yang dibuat.


Dalam pertemuan kali ini beliaupun mencontohkan karyanya, 



Kapan sih Proofreading di lakukan?
Salah satu teman dari Bekasi bertanya dan pertanyaannya mewakili saya pribadi, setelah memahami sedikit tentang proofreading  jadi saya melamun dan jika seperti itu....terus digunakannya kapan.

Jadi menurut beliau JANGAN SEKALI-KALI MELAKUKAN PROOFREADING KETIKA TUILISAN BELUM SELESAI ATAU BELUM JADI HINGGA PARAGRAF TERAKHIR. Begitu, pesannya.

Jadi intinya untuk melakukan Proofreading di lakukannya belakang sehingga memaksimalkan inspirasi didalam menulis, tulis saja dulu, dan di penghujung juga pemateri memberikan suatu nasihat yang amat jitu di jamin.


Berbaris-baris dahulu,
memanjat dinding kemudian,
nulis-nulis saja dahulu,
lakukan proofreading belakangan.


Sukabumi, 2023




Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Sistematis dalam penyusunan buku

Jejak digital membuahkan prestasi