Dinding ilmu


 

Waktu
Berkaca padaku
Sudahkah sempurna hidupmu
Majalah itu seolah bersua

Namun mataku tertunduk malu
Disudut ruang guru
Aku tersipu
Kaku

..
.

Begitulah keadaan saat ini jika majalah sekolah bisa bicara, alangkah terkejutnya kita saat kita tau tidak membuat ia menarik seperti pada kejayaannya bahwa dengan adanya majalah di sekolah semua informasi ataupun karya tulis anak dipajang sehingga berefek pada peningkatan literasi.

Malam ini akan ada ilmu baru dengan tema yang sangat menarik mengenai pengelolaan majalah sekolah, pemateri akan berbagi pengalamanya tentang seputar majalah sekolah. Sebelum memulai materi kali ini pemateri memberikan pertanyaan Apa yang Bapak/Ibu rasakan saat ada foto kita, foto anak kita terpampang di sebuah artikel majalah? Entah itu karena prestasi, atau sekedar foto selvi saat melakukan kegiatan sekolah.  Nah itulah sedikit pembuka di pertemuan kali ini.

Harapan dalam pendirian suatu sekolah tentu ingin dikenal oleh khalayak yang sangat luas. Baik itu sekolah negeri, ataupun sekolah swasta. Selain dari pada itu sebagai lembaga formal, komunikasi, promosi, dan sosialisasi dengan orangtua, masyarakat sebagai STAKE HOLDER sangat diperlukan dalam proses pengelolaan majalah di sekolah agar dapat bermanfaat tulisan yang di tuangkan dalam majalah.

Beberapa dari kita akan berfikir, berat sekali dengan adanya majalah tersebut, pasti akan tersbesit rasanya sangat sulit dan tidak mampu untuk punya majalah sendiri. 

Kendala yang akan sering di temui ialah SDM yang sangat minim, biaya tidak ada dan dukungan dari sekolah biasanya kurang optimal atau malahan tidak ada dukungan karena ribet biasanya dalam prosesnya.

Pemateripun pernah merasakan hal tersebut beliau merasakan sama dengan pikiran yang di rasakan awal mula berdirinya sebuah majalah sekolah yang dinamai dengan nama Kharisma (nama majalah sekolah), beliaupun berbagi pengalaman saat awal memulai, hanya ada dua orang yang merintis terbitnya majalah sekolah. Satu teman saya sebagai pimred merangkap layouter sedangkan beliau sebagai pemburu berita merangkap bendahara. 

Beliaupun menceritakan bahwa awal mula 
Majalahnya hanya berukuran setengah kertas folio, untuk mencetak lembarannya beliaupun dan satu kawannya hanya mampu fotokopi, dalam proses pembuatan majalah didalam layoutpun dengan cara gunting dan tempel.

Kemampuan menulis apa adanya bukan suatu persoalan. Semangat beliau dalam literasi ialah ingin berbagi informasi, berita, dan cerita tentang anak didik, proses yang amat panjang dalam pengelolaan suatu majalah, akhirnya majalah pertama sekolah bisa sampai ditangan anak-anak didiknya. Majalah sekolah yang apa adanya tersebut berjalan hingga dua tahun, tetap dengan dua crew yang bertugas rangkap. 

Namun perjalanan majalah sekolah beliau harus kandas dan harus dilepaskan pada saat majalah Kharisma berjalan ditahun ke tiga, di karenakan banyak faktor diantaranya, SDM yang terbatas dan dana menjadi kendala utama. 

Selama  tidur panjang dalam majalah sekolah beliau sibuk berbenah. Salah satunya, crew Majalah jadi lengkap. Mulai dari penasehat, penanggung jawab, pimred, bendahara, editor, layout, hingga 4 orang pemburu berita. 

Kami ajukan proposal yg detail pada pihak yayasan/sekolah serta mencari solusi pendanaan selain dari dana BOS. Mempercantik tampilan hingga ke percetakaan dan mempertebal muatan isi yang sangat bergizi dari isi majalah, hingga akhirnya "KHARISMA REBORN".

Ini adalah salah satu karya anak didik beliau dalam menulis, diantaranya karya sastra cerita pendek ada juga karya sastra yang berbentuk puisi.


Ada juga kreatifitas anak didinya, berupa pemandangan alam, nah inilah salah satu manfaat dari adanya majalah di sekolah, jadi banyak sekali manfaatnya dalam majalah sekolah.

Alhamdulillah, materi malam ini banyak sekali manfaatnya, dan sayapun jadi semangat untuk membuat suatu majalah disekolah, semoga dengan adanya majalah di sekolah menjadikan literasi kita meningkat karena pada saat ini literasi bangsa kita sangat kurang.



Sukabumi, 2023

Comments

Popular posts from this blog

sktesa aksara

Sistematis dalam penyusunan buku

Jejak digital membuahkan prestasi