Sketsa tulisan

 


Tema : Diksi & Seni Bahasa

Narasumber : MayDearly

Moderator : Widya Arema

Waktu : Jumat, 17 Februari 2023


Tema malam ini yaitu diksi dan seni bahasa, pertemuan kali ini dibuka dengan sangat menakjubkan, ada beberapa perbedaan dari setiap pertemuan yang diikuti, Alhamdulillah.

Sebelum lebih jauh memahami tema kali ini harus di pahami dulu makna dari diksi itu apa? Dan bagaimana diksi mempengaruhi seni bahasa? Sebelum telur pecah mari disimak ringkasan resume yang sedarhana, walaupun sederhana tapi akan membuat mata, tangan serta otak berfikir.


Jadi arti dari kata diksi berakar dari bahasa Latin yaitu dictionem. Kemudian diserap ke dalam bahasa Inggris menjadi sebuah kata  diction suatu kata kerja yang bermakan pilihan kata, maksudnya ialah pilihan kata untuk menuliskan sesuatu secara ekspresif. Sehingga tulisan tersebut memiliki ruh dan karakter kuat, mampu menggetarkan atau mempermainkan pembacanya.

Didalam sejarah bahasa, kita akan mengenali seorang tokoh filsuf dan ilmuwan yang berasal dari Yunani ia lah yang memperkenalkan diksi sebagai sarana menulis indah serta berbobot,  yaitu Aristoteles. salah satu karya yang dimilikinya berjudul Poetics, tulisan yang dituangakan beliau dalam karyanya sangat viral dikalangan literasi. 

Seseorang akan mampu menulis suatu karya yang indah, khususnya didalam puisi, harus memiliki kekayaan yang melimpah yang berupa diksi puitis. Sehingga gagasan Aristoteles dikembangkan, bahwa sesungghhnha diksi tidak hanya diperlukan bagi para penyair yang menulis puisi, tetapi juga bagi para sastrawan yang menulis prosa dengan berbagai genre-nya.

Didalam dunia tulis-menulis kita tidak akan asing dengan seorang penulis yaitu William Shakespeare, ia dikenal sebagai sastrawan yang sangat piawai dalam menyajikan diksi melalui naskah drama. Ia menjadi mahaguru bagi siapa saja yang berminat menuliskan romantisme dipadu tragedi. Diksi Shakespeare relevan untuk menulis karya yang bersifat realita maupun metafora. Gaya penyajiannya sangat komunikatif, tak lekang digilas zaman.

Didalam pertemuan kali ini, pemateri memberikan suatu clue mengnai pentingnya Diksi dalam kajian sebuah bahasa?. Coba sedikit menebak kenapa beliau memberikan clue tersebut, sebab akan banyak sekali suatu keindahan yang didapatkan atas sebuah kata yang tak tereja oleh bibir. Menurut beliau Diksi bagaikan pijar bintang di angkasa yang menunjukan dirinya dengan kilauan, mempesona dan tak membosankan.

 Lantas, apakah begitu sulit kita dalam berdiksi? Beliau malam ini mebuat suatu terobosan baru mengenai tulis-menulis terkadang banyak penulis yang merasa takut dalam memulai sebuah tulisan, terkadang lidah kita merasa kelu untuk menulis sesuatu yang menakjubkan. Ada keraguan yang dibungkam sebelum diterjemahkan dalam bahasa.

Menurut pemateri malam ini menulis itu sederhana, ia memberikan contoh sketsa seperti halnya dengan mengadukan gula dalam gelas kopi, menulis bisa diawali dengan apa yang kita lihat, apa yang kita rasakan dan apa yang kita dengarkan. Lantas jurus apa yang harus kita pakai agar kita mampu menulis dengan segala keindahan. Libatkan 5 macam panca indera kita. Dibawah ini tips menulis diksi yang sangat indah dan berbobot, yang bisa dipraktekan :

 1. Sense of Touch 

adalah menulis dengan melibatkan indera peraba. indra peraba dapat digunakan untuk memperinci dengan apik tekstur permukaan benda, atau apapun. Penggunaan indra peraba ini sangat cocok untuk menggambarkan detail suatu permukaan, gesekan, tentang apa yg kita rasakan pada kulit. Aplikasi indra peraba ini juga sangat tepat digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang tidak terlihat, seperti angin misalnya. Atau, cocok juga diterapkan untuk sesuatu yang kita rasakan dengan menyentuhnya, atau tidak dengan menyentuhnya.

 Contoh:

Pada pori-pori angin yang dingin, aku pernah mengeja rindu yang datang tanpa permisi

 2. Sense of Smell

adalah menulis dengan melibatkan indra penciuman hal ini akan membuat tulisan kita lebih beraroma. Tehnik ini akan lebih dahsyat jika dipadukan dengan indra penglihatan.

Contoh:

Di kepalaku wajahmu masih menjadi prasasti, dan aroma badanmu selalu ku gantungkan dilangit harapan

 3. Sense of Taste

adalah menulis dengan melibatkan indra perasa. Merasakan setiap energi yang ada di sekitar kita. Penggunaan indra perasa sangat ampuh untuk menggambarkan rasa suatu makanan, atau sesuatu yg tercecap di lidah.

Contoh:

Ku kecup rasa pekat secangkir kopi di tangan kananku, sembari ku genggam Hp tangan  kiriku. Telah terkubur dengan bijaksana, dirimu beserta centang biru, diriku bersama centang satu.

4. Sense of Sight

Adalah menulis dengan melibatkan indra penglihatan memiliki Prinsip “show, don’t tell". Selalu ingat, dalam menulis, cobalah menunjukkan kepada pembaca (dan tidak sekadar menceritakan semata). Buatlah pembaca seolah-olah bisa “melihat” apa yang tengah kita ceritakan. Buat mereka seolah bisa menonton dan membayangkannya.  Prinsip utama dan manjur dalam hal ini adalah DETAIL. Tulislah apa warnanya, bagaimana bentuknya, ukurannya, umurnya, kondisinya.

Contoh

Derit daun pintu mencekik udara ditengah keheningan, membuatku tersadar jika kamu hanya sebagai lamunan.

 5. Sense of hearing

adalah menulis dengan melibatkan energi yang kita dengar. Begitu banyak suara di sekitar kita. Belajarlah untuk menangkapnya. Bagaimana? Dengarlah, lalu tuliskan. Mungkin, inilah sebab mengapa banyak penulis sukses yang kadang menanti hening untuk menulis. Bisa jadi mereka ingin menyimak suara-suara. Sebuah tulisan yang ditulis dengan indra pendengaran akan terasa lebih berbunyi, lebih bersuara. Selain itu, penulis juga bisa berkreasi dengan membuat hal-hal yang biasanya tak terdengar menjadi terdengar. 

Contoh

Derum kejahatan yang mendekat terasa begitu kencang. Udara hening, tetapi terasa berat oleh jerit keputusasaan yang dikumandangkan bebatuan, sebuah keputusan yang menghakimiku untuk tak lagi merinduimu.

Jadi, setiap apapun yang kita lihat, sesekali kita rasakan, kita raba, bahkan kita ampu kan sebagai sebuah senyawa yang mampu bersuara.

Sebelum mengakhiri resume malam ini, mari coba kita praktekan tips yang sangat jitu dari pemateri mencoba, mencoba, dan mencoba sesederhana menyatukan gula dan kopi di dalam satu gelas, pungkas beliau.

Kemesan yang sangat elegan, tampil sangat berbeda dengan flip dibungkusnya, rapat, rapih, sangat istimewa. Bau yang sangat berbeda saat hisapan pertama, rasa yang disajikan sangat terasa pada lidah, warna putih merah menjadikan pelengkap, saat dihisap secara perlahan sangat nikmat terasa, kaulah rokok Dunhill . Walaupun sebagian orang mengucilkanmu, namun kau mampu menemaniku sampai saat ini, walaupun engkau akan membunuhku secara perlahan, namun percayalah semua sudah tertulis sebelum aku lahir, tapi semua ada perhitungannya, aku sadar.


Sukabumi, 2023


Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

sktesa aksara

Sistematis dalam penyusunan buku

Jejak digital membuahkan prestasi